Showing posts with label Trading Harian. Show all posts
Showing posts with label Trading Harian. Show all posts

Wednesday, 30 June 2021

2 Strategi Trading Cepat: Intraday & Scalping Trading

mommy     June 30, 2021    


Strategi trading cepat saham bisa dilakukan dengan beberapa macam strategi. Inilah yang perlu anda pahami sebagai trader saham, khususnya anda yang ingin menerapkan praktik trading cepat untuk mendapatkan profit harian. 

Trading cepat sendiri sebenarnya terdiri dari 2 strategi yaitu INTRADAY TRADING dan SCALPING TRADING. Walaupun keduanya sama-sama trading cepat, akan tetapi scalping dan intraday trading memiliki strategi yang berbeda. 

Sehingga, anda harus bisa memilih strategi trading cepat yang sesuai dengan karakter anda, dan tidak hanya asal melakukan trading cepat. Jadi, anda perlu memahami perbedaan kedua strategi trading cepat tersebut. Mari kita bahas. 

1. Scalping trading saham 

Trading cepat dengan jangka waktu (time frame) yang paling singkat adalah scalping trading. Scalping trading adalah trading dengan time frame menitan. Anda beli dan jual saham hanya dalam waktu 1 menit, 10 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam. Itulah yang dinamakan dengan scalping trading. 

Saham-saham apa yang bisa naik cepat dalam waktu menitan? Jawabannya adalah saham-saham gorengan (saham lapis tiga). Yup, jadi scalping trading dilakukan dengan cara mencari saham-saham gorengan yang potensial naik dalam waktu menitan. 

Namun untuk mencari saham gorengan, tentu anda harus menggunakan analisa dan momentum. Membeli saham gorengan tidak disarankan untuk dilakukan secara asal-asalan (tanpa analisa). Selain itu, anda harus lebih disiplin dalam manajemen modal dan menetapkan target.  

Cara-cara memilih saham, manejemen modal dan analisa untuk scalping trading dengan mencari saham2 lapis tiga yang potensial naik 5-10% sehari, sudah saya bahas praktik2nya disini: Cara Trading Cepat 15 Menit - Scalping Trading. 

Karena saham gorengan memiliki risiko tinggi, dan mudah naik-turun dalam waktu cepat, maka saham gorengan adalah saham-saham yang paling cocok untuk scalping trading. 

Scalping trading, 'bahasa gaulnya' adalah strategi hit and run (pukul dan lari). Kalau anda sudah profit, langsung jual (dalam waktu menitan), karena saham2 gorengan tidak cocok untuk disimpan dalam waktu yang lebih lama. 

2. Intraday trading saham 

Intraday trading adalah trading harian, di mana anda melakukan beli jual saham di hari yang sama (misalnya beli saham pagi hari jual sore hari), sampai 1-3 harian trading. 

Jadi baik scalping maupun intraday, sama-sama merupakan strategi trading cepat. Akan tetapi, intraday trading memiliki time frame trading yang lebih panjang dibandingkan scalping. Intraday trading memiliki batas waktu harian (sampai tiga hari), sedangkan scalping dilakukan dengan trading menitan. 

Analisa untuk intraday trading juga berbeda dengan scalping. Pada strategi intraday trading, anda harus memilih saham2 yang likuid, saham-saham yang memiliki fluktuatif stabil, dan mudah naik dalam jangka waktu harian. 

Artinya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham2 non-gorengan (saham blue chip ataupun saham2 second liner).

Intraday trading harus dilakukan dengan menganalisa saham dengan analisa teknikal, analisa tape reading dan kombinasi analisa momentum. Berdasarkan pengalaman saya, memilih saham untuk intraday trading cenderung lebih mudah ketimbang scalping, karena dalam intraday, anda bisa mengurangi risiko memilih saham2 yang terlalu volatil. 

Strategi2 dan praktik2 memilih saham yang bagus untuk intraday trading, sudah pernah kita bahas bersama secara lengkap, beserta saham2 yang layak trading disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham. 

Pada intraday trading, target take profit anda juga lebih rendah dibandingkan scalping trading. Idealnya, intraday trading dilakukan dengan target profit 1-4% sehari. Sedangkan scalping (memilih saham gorengan), target profit bisa dilakukan 5-10%. Tetapi, risiko intraday trading jauh lebih kecil dibandingkan scalping trading.  

Perlu anda ketahui juga, bahwa intraday trading bisa menjadi scalping trading. Hal ini karena seringkali saham2 yang bagus untuk intraday trading, bisa naik dalam waktu 30 menit sampai 1 jam, sehingga kalau target anda sudah tercapai dalam range waktu tersebut, anda bisa jual sahamnya, tidak perlu menunggu 1-3 hari. 

Jadi, melalui pos ini, anda sudah memahami strategi2 trading cepat di pasar saham. Sekarang anda hanya perlu menentukan strategi trading cepat apa yang cocok untuk anda (anda lebih ke tipikal scalper or intraday?), supaya anda bisa menghasilkan profit maksimal. 

Tuesday, 3 March 2020

Memaksimalkan Profit dari Trading Harian Saham

mommy     March 03, 2020    
Di pos sebelumnya: Strategi Trading: Scalping Trading Saham, kita sudah membahas mengenai strategi trading menitan (scalping trading), di mana scalping trading bisa menjadi alternatif untuk anda yang ingin meraup profit jangka pendek. 

Terutama pada saat banyak saham sedang turun, scalping trading bisa menjadi strategi meraup profit, karena target utama scalping trading adalah mencari saham2 lapis tiga, di mana mayoritas saham lapis tiga pergerakannya tidak mengikuti arah pergerakan market secara umum. 

Selain scalping trading, strategi trading cepat bisa anda terapkan melalui strategi INTRADAY TRADING atau TRADING HARIAN. Trading harian dapat memberikan peluang profit dengan tingkat risiko yang lebih kecil dibandingkan scalping trading.  

Strategi mencari saham-saham yang bagus, yang mudah naik dalam jangka waktu harian (intraday), sudah kita bahas bersama praktik2nya disini: Ebook Intraday & One Day Trading Saham (357 halaman).

Intraday trading dilakukan dengan cara memilih saham-saham yang memiliki pergerakan likuid, mudah dianalisa dengan chart, dan saham2 yang mudah naik secara stabil dalam jangka waktu harian. 

Umumnya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham-saham lapis satu dan saham lapis dua. Dengan strategi intraday trading tersebut, anda bisa meraih profit dari trading cepat lebih maksimal dengan risiko yang lebih rendah.

Intraday trading juga bisa anda terapkan ketika IHSG dan mayoritas saham mengalami technical rebound setelah mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Berikut beberapa contoh momentum (chart) yang bisa anda manfaatkan untuk intraday saat market rebound: 



Pada kedua chart diatas yaitu saham BBRI dan BBCA (yang saya beri tanda lingkaran), adalah momen di mana saham-saham mengalami rebound setelah turun tajam, dan kedua saham mengalami rebound / naik cepat dalam waktu pendek 1-2 harian. 

Sebagai seorang trader harian, anda bisa  memilih saham2 yang mudah naik dengan memanfaatkan momen technical rebound untuk meraup profit jangka pendek. Pelajari juga: Strategi Day Trading Saham. 

Namun di dalam trading harian, anda tidak boleh gegabah untuk memilih / screening saham. Seperti yang saya tuliskan di beberapa paragraf sebelumnya, intraday trading dilakukan dengan memilih saham-saham yang memiliki pergerakan bagus dan mudah dianalisa dengan teknikal. 

Di satu sisi, anda harus menetapkan target profit intraday trading yang realistis. Banyak trader harian yang memasang target profit terlalu tinggi, akhirnya justru tidak tercapai. 

Dalam menetapkan trading harian saham, anda tidak perlu menetapkan target profit terlalu besar. Namun anda harus menetapkan target beberapa persen dari harga beli anda namun dengan frekuensi trading lebih sering / banyak. Baca juga: Target Profit Trading Harian Saham. 

Ini artinya, sekalipun anda melakukan trading harian, anda juga harus menganalisa dan memilih saham yang memang layak untuk dibeli dan memiliki potensi naik jangka pendek dengan target yang realistis. Dengan strategi2 trading tersebut, anda bisa memperoleh profit maksimal dari trading cepat.  

Jadi untuk rekan-rekan yang ingin memaksimalkan keuntungan dari trading cepat, dengan analisis teknikal yang lebih matang dan risiko yang kecil (trading cepat biasanya identik dengan high risk), maka INTRADAY TRADING (trading harian) bisa anda praktikkan. 

Thursday, 9 January 2020

Kunci Sukses Trading Harian Saham

mommy     January 09, 2020    
Strategi trading saham ada bermacan-macam. Dan salah satu strategi trading yang cukup banyak dipraktikkan trader untuk meraih keuntungan jangka pendek adalah trading harian saham alias INTRADAY TRADING. 

Namun di satu sisi, intraday trading seringkali "menjebak" mindset trader. Tidak sedikit trader yang ingin mencoba intraday trading dengan tujuan ingin cepat kaya dari saham. Mindset-mindset seperti pada akhirnya hanya akan mengarahkan trader pada tindakan gambling. 

Kunci Sukses Trading Harian Saham


Padahal kalau intraday trading dilakukan dengan cara yang benar, anda bisa mendapatkan profit yang maksimal, dan konsisten. Intraday trading sangat bagus untuk anda yang ingin menerapkan trading cepat, dan tidak ingin hold saham terlalu lama.

Saya juga sudah membahas praktik2 dan cara-cara memilih saham yang bagus untuk intraday, dan strategi2 yang sudah saya praktikkan sendiri.

Untuk anda para trader harian (intraday trading), anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut agar anda bisa mencetak profit yang lebih konsisten. Poin-poin ini seringkali dilewatkan oleh para trader saham: 

1. Memilih saham yang layak untuk trading harian 

Kalau anda swing trader, pilihlah saham yang bagus untuk swing trading. Kalau anda trader harian, pilihlah saham yang bagus untuk trading harian. Jang memilih saham yang volatilitasnya liar dan sulit dianalisa dengan analisis teknikal.

Dalam intraday trading, anda hendaknya memilih saham-saham yang mudah naik secara stabil dalam jangka pendek, saham2 yang likuid pergerakannya, saham2 yang punya pergerakan harga yang wajar dan volatilitasnya bagus. 

Ketika anda memilih saham2 yang punya pergerakan baik dan menganalisa, maka disitulah anda akan mendapatkan peluang profit yang lebih baik, ketimbang anda membeli saham2 yang berisiko tinggi untuk trading harian. 

Trading harian memiliki frekuensi trading dan memantau market yang lebih sering. Oleh karena itu, jangan membuat diri anda stres dengan membeli saham2 yang risikonya tinggi.

2. Mengelola modal 

Banyak trader harian yang ketagihan membeli saham ketika bisa mendapatkan profit dalam waktu singkat. Sehingga hal ini membuat trader jadi lupa untuk mengelola modal (manajemen modal) dengan benar. Karena ketagihan dapat profit harian, trader kerap kali membeli banyak saham di portofolio tanpa pertimbangan yang baik, akhirnya justru saham trader menjadi nyangkut. 

Jadi di dalam mengelola modal untuk trading harian, sebaiknya anda pertimbangkan hal-hal berikut: 

- Jangan menggunakan margin trading
- Beli 1-2 saham maksimal dalam sehari
- Utamakan membeli saham yang punya pergerakan bagus 
- Tetap sisakan cash balance (jangan semua modal dipakai trading harian)

3. Mengontrol emosi trading 

Tidak bisa dipungkiri bahwa dapat untung cepat di saham sangat menyenangkan untuk seorang trader. Namun walaupun demikian, anda harus tetap mengontrol emosi trading. 

Tanpa emosi trading, trading harian bisa menjadi gambling dan menimbulkan risiko yang sangat berbahaya untuk seorang trader. Dalam mengontrol emosi untuk trading harian, anda harus pertimbangkan hal-hal berikut: 

- Memasang target trading yang realistis 
- Jika sudah profit, pertimbangkan untuk mengurangi trading (istirahat)
- Jangan beli trading hanya karena anda ingin untung cepat
- Tetap menganalisa sebelum beli saham

Poin-poin diatas ini sering diabaikan oleh trader-trader harian. Maka dari itu, kalau anda merasa melewatkan poin2 penting ini, anda harus segera mengevaluasi trading anda. 

Sukses dalam trading harian sangat ditentukan dari kemampuan trader dalam mengontrol emosi, karena trading harian identik dengan 'keakraban' trader melihat fluktuatif harga jangka pendek. Tanpa kontrol emosi yang baik, profit anda tidak akan berjalan dengan maksimal. 

Jadi kunci sukses trading harian saham ditentukan oleh: Analisa saham yang benar, manajemen modal dan kemampuan anda mengontrol emosi trading. Anda yang ingin trading harian, selalu aplikasikan poin2 tersebut di dalam aktivitas trading anda. 

© 2011-2014 Techno Review. Designed by Bloggertheme9. Powered by Blogger.